Author: admin

Bagai Aksi dan Reaksi

Wednesday, February 3rd, 2010 @ 7:00 PM

Tahukah kawan kalau ternyata cinta persis seperti Hukum ke-3 Newton, yaitu Hukum Aksi-Reaksi. Didahului dengan aksi lalu menghasilkan sebuah reaksi. Bukan bermaksud positivistik terhadap rasa cinta itu sendiri. Bahkan saya mengartikan cinta secara lebih universal disini, bukan sebatas cinta antara dua insan saja ( sejenis ataupun berlainan jenis, hehehe).

Sebesar apakah anda berharap untuk mendapatkan cinta dari orang-orang di sekeliling anda? baik itu pasangan anda, keluarga, bahkan masyarakat di lingkungan anda. Sewajarnya anda harus menunjukan dahulu sebesar apa kecintaan anda terhadap mereka semua, sebesar apa usaha dan pengorbanan yang telah anda berikan kepada mereka sampai terciptanya perubahan yang benar-benar kita inginkan bersama.

Dan hasilnya, sejarah mencatat dengan tinta emas nama-nama mereka yang dengan perjuangan mereka dan tentunya kecintaan mereka yang besar terhadap sesama manusia sehingga tercapainya sebuah perubahan yang dinantikan. Dan sejarah juga mebuktikan bagaimana orang-orang tetap mengenang para pahlawan tersebut sampai sekarang.

Saya teringat dengan almarhum Abdurahman Wahid atau yang kita kenal dengan julukan Gus Dur. Semasa hidupnya beliau sangat menghormati perbedaan dan menjunjung tinggi nilai-nilai kemanusiaan. Bahkan beliau tidak segan-segan untuk menghapus beberapa peraturan yang menginjak-nginjak nilai kemanusian, walaupun sangat kontroversial di zamannya. Tentu ini merupakan angin segar bagi kalangan minoritas yang selama ini terkekang dan tertindas. Mereka adalah golongan keturunan Tionghoa, penduduk Papua dan keluarga korban pembantaian 65. Tentu kita bisa menilai dan mengukur seberapa besar kecintaan beliau terhadap bangsa ini.

Setelah Gus Dur meninggal, kita bisa melihat bagaimana bangsa ini memberikan penghormatan yang sangat besar bagi almarhum Gus Dur. Bahkan tidak diperlukan waktu yang lama untuk sebagian masyarakat yang ingin mengajukan Gus Dur sebagai pahlawan Nasional. Masyarakat di Papua bahkan mengelari mantan Presiden Ke-4 ini dengan sebutan “Bapak Perdamaian Papua”. Dan kita juga menyaksikan beberapa aksi lintas agama untuk mendoakan keselamatan arwah Gus Dur.

Dan bagaimana dengan mereka yang bersebrangan? yang menggunakan kekuasaan dan kekuatannya untuk kepentingan dirinya sendiri ataupun golongannya. Mengacuhkan keberadaan yang lainnya dan menindas mereka yang lemah, menistakan kemanusiaan itu sendiri.

Sejarah juga mencatat mereka dengan catatan kelam, sebuah tragedi kemanusiaan. Para arsitek dan pelaksana pembantaian di negeri ini mungkin bisa dimaafkan oleh sebagian orang. Tapi masyarakat tetap tidak akan pernah memilih untuk melupakan ini semua. Seakan-akan kebencian ini tidak akan pernah bisa hilang. Sang penebar kebencian pada akhirnya harus menerima kebencian yang sama dari masyarakatnya.

Kata orang bijak “Hidup Manusia harus ada CINTA dan PERJUANGAN agar seimbang, CINTA tanpa PERJUANGAN akan menjadikannya MELANKONIS dan gampang PATAH HATI & PUTUS ASA, sedangkan PERJUANGAN tanpa CINTA akan menjadikannya ANARKIS, BRUTAL dan TERORIS“

Sebesar apakah cinta yang kau harapkan dari bangsa ini, dari negeri ini? Masihkah kita ingin melihat Indonesia dengan wajahnya yang makmur? Gemah ripah loh jenawi kata orang jawa. Ataukah tetap pasrah menerima nasib kita sekarang sebagai bangsa yang masih buram dalam menatap masa depan.

Dan bagaimana dengan kita? Masihkan kita mencintai negeri ini. Apakah negeri ini sesuai dengan yang kita harapkan kawan? Kalau belum, bersediakah anda untuk berjuang untuk perubahan. Karena hanyalah perjuangan yang dapat menyambungkan antara harapan dengan kenyataan. Sebagai penutup, ingatlah kawan bahwa cinta yang kita terima akan sebanding dengan cinta yang telah kita curahkan.

“The Love you take is equal with the love you make”

The End by The Beatles

Beatles, Reaksioner, Sejarah


 


15 Responses to “Bagai Aksi dan Reaksi”

  1. Kika Says:

    SocioDistro berjuang dengan cinta, tidak mengedepankan emosi namun dengan hati. Sementara SocioDistro belum punya lembaga, berharap suatu hari menjadi sebuah komunitas pergerakan bukan lembaga.
    Salam kenal Mas.

  2. tary Says:

    aku sangat mencintai negeri ini, dengan doa aku selalu berharap negeri ini terbebas dari segala permasalahan. i loph indonesia

  3. oglek Says:

    saya percaya dengan kekuatan cinta, happy valentine :)

  4. admin Says:

    @Kika:Maju terus kawan, kita butuh varian movement yang lebih kongkrit. Seperti apa yang telah anda mulai. Terus semangat kawan!

    @Tary: Amin, tapi doa lebih mantap klo disambungkan dengan kerja, salam kenal Tary

    @Oglek: The Power of Love, kayak lagu siapa gitu?…

  5. yos Says:

    pakah ini kunjungan pertamax ya…
    salam kenal dulu ya mas.. dari yos..

  6. infoaja.com Says:

    salam kenal ya..

  7. kodhok Says:

    mas ilham sepertinya aktipis ya?tulisannya sangat membakar….kalo ga aktipis berarti yang suka doyang baca buku ya?salam kenal mas…

  8. hanif IM Says:

    gaya tarik menarik tidak sepenuhnya bernilai sama, masih tergantung pada gaya gesek terhadap permukaan dan kecepatan angin. dan masih banyak faktor lainnya. hehe…

  9. irwan bajang Says:

    so cuit bung tulisannya
    ingus saya sampai meleleh leleh mebacanya….
    hidup hamlenon!!!

  10. bung hakim Says:

    [F = m.a ]
    F(force) adalah perkalian m (massa)benda dengan a(accelaration) kecepatan, yg selanjutnya [F1=F2] ; F1(aksi) akan samadengan resultant nya F2 (reaksi).
    Menegok sebentar kebudayaan di dunia BARAT, 500SM-1500M Agama menjadi puncak tertinggi. 1500M-1850M filsafat mendapat nilai dan kedudukan, agama sedikit terdesak kebelakang. 1850M-sekarang Ilmu Empirik-lah yg memperoleh nilai dan kedudukan tertinggi dalam masyarakatnya.
    3 hal tadi sejajar dengan peralihan kedudukan yg dialami oleh negara dan rakyat adalah berkaitan pada peralihan yg dialami oleh sistem produksi yg berdasar teknik yg ada.
    fase inilah yg mau kita bangun tetapi pake versi Indonesia (R)

  11. greengrinn Says:

    intinya, kalau mau damai, maka kenali makna cinta, ya? setuju. ;-)

  12. hamlennon Says:

    @yos: salam kenal juga mas
    @infoaja: sama-sama mas, makasih dah mampir di blog saya
    @Kodhok: Cah KOMIK kie mesti!
    @Hanif: Yup benar mas!
    @Bajang: Biasa aja bung!
    @Mbah Hakim: Pie bung kabare? Nemu blog ini dimana bung?
    @Green: Peace, Love, Gauuul!

  13. tempegarit Says:

    tapi kadang cinta ga berbalas contohnya saya *hahahaha

    ya kalo saya mencintai dibales syukur, nggak ya kebangetan….

    “bukankah kasih (cinta) itu memberi??? tapi ia tidak menuntut..”

  14. ChrieztYoung.. Says:

    Seberapa besar cinta yg dapat kau berikan?? Ku hanya dapat memberi mu cinta sesederhana hati ku #quote

  15. Burl E. Nash Says:

    Nama: clk racing Hidup Tanpa Prasangka Hidup itu akan damai dan indah, tanpa prasangsa terhadap sesama. Cinta sesama secara utuh sebagai manusia ciptaan Allah, membawa kita selalu melihat sesama sebagai saudara dan anak-anak Allah yang lagi berziarah menuju satu sumber cinta: Allah.

Leave a Reply