Author: hamlennon

Bobby

Monday, February 4th, 2008 @ 8:44 PM

BobbySaya merekomendasikan anda untuk menonton film ini. Two thumbs up! Awalnya saya mengira akan disuguhi sebuah cerita tentang kisah hidup dan perjuangan seorang Senator Amerika, Robert F Kennedy, adik dari President John F Kennedy. Ternyata film ini tidak hanya menceritakan tentang Bobby, sapaan akrab RFK, tetapi memberikan porsi yang lebih banyak pada kehidupan beberapa individu yang tinggal di Hotel Ambassador, Los Angeles. Tetapi pada akhirnya nanti, semua akan terfokus pada kehadiran Bobby di hotel itu dan tentu saja penembakan Bobby oleh Sirhan (seorang warga Palestina) di dapur Hotel Ambassador pada tanggal 5 Juni 1968.

Emosi penonton akan dibawa pada masa-masa dimana Amerika sedang menghadapi atau lebih tepatnya menginvasi Vietnam. Pada tahun 1968, warga amerika sudah muak dengan perang dan membutuhkan seorang pemimpin yang bisa menghentikan semua kekacauan ini. Robert F Kenedy menjadi pilihan alternatif pada masa itu, bukan hanya karena sikap anti-perangnya tetapi juga sikap anti rasisme yang membuat sebagian besar warga Amerika menemukan seorang tokoh yang selama ini mereka cari. “He saw wrong and tried to right it. He saw suffering and tried to heal it. He saw war and tried to stop it” menjadi tagline film besutan sutradara Emilio Estevez, yang sekaligus menjadi penulis naskah dalam film ini.

Robert F KennedyFilm ini juga bertabur bintang, sebut saja Elijah Wood, Demi Moore, Sharon Stone, Christian Slater, Heleb Hunt, Harry Belafonte dan si cantik Lindsay Lohan. Peran mereka dalam film ini sungguh menarik. Mereka menjadi beberapa individu yang memiliki masalah masing-masing secara terpisah tetapi tetap memiliki kesamaan yaitu menginginkan Bobby untuk menang dalam pemilihan tahun ini. Dan masalah yang digambarkan sangat relevan dengan keadaan pada masa itu, contoh saja Diane (Lindsay Lohan) yang menikahi kawannya di Hotel tersebut bukan karena cinta, tetapi karena ingin menyelamatkan kawannya dari wajib militer. Kehidupan warga kelas dua juga digambarkan dengan baik dari dapur hotel ini, tempat warga kulit hitam dan imigran amerika selatan bekerja. Generasi Hipies yang menjadi icon tahun 60-an juga bisa ditemukan dalam film ini, lengkap dengan konsumsi wajib mereka, LSD. Seperti kita tau, LSD mulai semarak digunakan oleh generasi ini karena dipopulerkan oleh The Beatles, yang membantu para musisi ini untuk menciptakan album Sgt Pepper, album terbaik sepanjang masa versi majalah The Rolling Stone. Bahkan sang sutradara juga berperan dalam film ini sebagai suami dari seorang penyanyi tenar dari Virginia.

Tahun 60-an merupakan tahun yang kelam bagi kehidupan politik di Amerika Serikat. Tiga orang tokoh besar sepanjang sejarah negara itu tewas dalam waktu yang berdekatan, mereka adalah John F Kennedy, Marthin Luther King dan terakhir Robert F Kennedy. Semuanya tewas ditembak dan menjadi kecurigaan dari semua pihak bahwa tujuan politislah yang menjadi alasan kenapa mereka semua dibunuh. Para generasi muda merasa sangat terpukul atas kematian Bobby karena dia merupakan harapan terakhir bagi warga Amerika untuk bisa merubah semua keadaan ini. Saya menjadi tertarik untuk mencari informasi tentang Robert F Kennedy dan keluarganya yang konon katanya dikutuk terkait dengan janji Raja Arthur.

“Fear not the path of truth for the lack of people walking on it.” Pidato terakhir Bobby di Hotel Ambassador, 5 Juni 1968.

Book and Film


 


Leave a Reply