Author: hamlennon

Good Bye My Friend

Friday, September 14th, 2007 @ 5:15 AM

Fadli SyairoziInnalillahi Wa Innailaihi Roji’un, telah berpulang kawan kami yang kami cintai. Dua orang Mahasiswa UPN meninggal dunia saat mengikuti Napak Tilas Perguruan Silat Merpati Putih di Kali Opak. Kedua Mahasiswa tersebut adalah

1. Fadli Syairozi, Mahasiswa Teknik Kimia Angkatan 2003
2. Tri Bayu Wibowo, Mahasiswa Ekonomi Akutansi Angkatan 1999

Dengar pertama kali kejadian ini waktu kita sedang pergi ke Ketep, Muntilan. Disana sedang diadakan acara Malam Keakraban untuk para Mahasiswa Baru di Jurusan HI, kebetulan dapat undangan mewakili Tambang (HMTA) dan berangkat ke sana malam minggu kemarin. Seperti biasa kita kumpul bareng sama anak-anak FISIP UPN dan HMTK UPN. Tidak seperti biasanya, Turman Ketua HMTK tidak hadir, setelah ditanyakan kepada Aris, sekjen HMTK, Turman berhalangan hadir karena mengantarkan Jasad kawan kami ke Indramayu. Betapa terkejutnya kita setelah mendengar berita tersebut, terlebih lagi setelah mendengar dua dari tiga korban Kali Opak adalah anak UPN. Satu korban lagi adalah Mahasiswa Ekonomi Akutansi yang setelah di konfirmasi ke Ucup, Ketua HMJ EA, membenarkan berita tersebut. Keesokan harinya, saya membaca koran yang isinya :

Jawa Pos, 9 September 2007

TIGA PENDEKAR TEWAS TENGGELAM

sAAT MENGKUTI UJIAN KENAIKAN TINGKAT DI KALI OPAK

BANTUL-Tiga pendekar perguruan silat Merpati Putih tewas tenggelam saat mengikuti ujian kenaikan tingkat di kali Opak, Poyangan, Pundong, Bantul. Mereka adalah Fadli Syairozi, 21, asal Indramayu, Jawa Barat; Tri Bayu Wibowo, 25, asal Cilacap, Jawa Tengah; dan Leoriza, 21, asal Medan.

Mereka merupakan mahasiswa perguruan tinggi di Jogja. Namun asal perguruan tinggi tiap-tiap korban itu belum diketahui pasti. Saat ini, korban masih berada di RSUP Dr Sardjito guna visum dan menunggu keluarga.

Informasi yang diperoleh kepolisian kemarin (8/9) menyatakan tiga korban tersebut bersama 49 pendekar napak tilas bela diri Merpati Putih lainnya mengikuti ujian kenaikan tingkat di pantai Parangkusumo.

Untuk mendapatkan tingkat sabuk yang lebih tinggi, setap pendekar diwajibkan melintasi kali Opak. Ketiganya pun bersama rekan-rekan lain menyusuri kali tersebut pukul 03.00.

Namun, ketika berusaha menyebrang kali itu, tiga pendekar tersebut hilang tenggelam. Napak tilas pun langsung dihentikan. Upaya pencarian korban melibatkan tin SAR dan kepolisian. Lebih dari tiga jam kemudian, ketiganya dapat ditemukan dan dievakuasi.

Guru dan panitia kegiatan itu pun kini dimintai keterangan oleh Polisi. Tapi, sang guru bernama Purwoto enggan di konfirmasi wartawan soal kejadian tersebut. Rudi, salah satu panitia, menyatakan bahwa kegiatan itu merupakan agenda rutin yang dilaksanakan setiap kenaikan tingkat. Sejauh ini menurut dia, tidak pernah terjadi kecelakaan.

Lokasi yang di[ilih dinilai cukup aman. Buktinya kegiatan itu rutin dilakukan di tempat yang sama. “Medan di sana sebenarnya sudah kami kenal. Merpati Putih selalu menyelenggarakan kegiatan tersebut di sana ” ujar Rudi saat di Polres bantul sore kemarin.

Sementara itu, Kasatreskrim Polres Bantul AKP Teguh Wahono mengatakan bahwa kasus tersebut sedang dalam proses penyelidikan. Para saksi sedang dimintai keterangan. Namun, dugaan sementara, ketiganya tidak bisa berenang.(Iin/din)

Setelah itu aku sempat berbincang-bincang dengan AKAMSI (Anak KAMpung SIni) selepas Sholat Isya di Masjid kampung sini, Condong Sari. Kebetulan dia anak Merpati Putih, barusan Kamis kemarin tau setelah melihat dia demo UKM saat OSPEK Universitas. Saya kira dia anak UPN, ternyata bukan, dia anak UGM. Saya tanyakan tentang Napak Tilas tersebut, Dia bilang ketiga anak tersebut salah rute waktu menyusuri Kali Opak. Seharusnya mereka melewati rute yang sudah ditandai dengan lampu senter oleh panitia, tapi sayang mereka malah mengikuti lampu senter yang diaktifkan oleh para penambang pasir yang ada disana. Akhirnya mereka terjebak di kubangan lumpur setinggi kurang lebih 4 Meter dan langsung masuk ke dalam lumpur. Kejadian tersebut terjadi pada pukul tiga pagi di hari sabtu dan ketiga jasad tersebut baru bisa dievakuasi pada jam enam pagi secara berturut-turut yang berselang setengah jam.

Ternyata penampilan Fadli, mantan Ketua UKm Merpati Putih, pada saat Demo UKM (OSPEK Univ) merupakan aksi almarhum yang terakhir di UPN. Saya ingat sekali aksi penutup pada saat itu, Fadli yang menjadi eksekutor untuk menghacurkan susunan balok es dan berhasil. Lalu tulisan almarhum Bayu di situs Merpati Putih Sleman (www.mpsleman.org) merupakan pesannya yang terakhir untuk teman-temannya.

Semoga arwah kedua teman kami diterima di sisi-Nya dan keluarga yang ditinggalkan diberikan ketabahan dalam menerima cobaan ini. Doa kami selalu bersamamu kawan, Selamat Jalan.

HMTA


 


Leave a Reply