Author: hamlennon

Hiroshima

Thursday, August 6th, 2009 @ 9:41 PM

Jamur raksasa di angkasa HiroshimaHari ini enam puluh empat tahun yang lalu, dunia dikejutkan dengan sebuah tragedi kemanusiaan terbesar sepanjang sejarah. Langit Jepang, tepatnya di atas Hiroshima, sebuah jamur raksasa yang berkomposisikan asap dan panas telah meluluhlantakan penduduk kota Hiroshima beserta kota kebanggan mereka. Sebuah pembunuhan masal dengan dalih untuk menyelamatkan nyawa yang lebih banyak kata Paman Sam. Tapi perang bagiku tetap saja merupakan suatu puncak keserakahan manusia dan pelecehan terhadap kemanusian.

Bom itu bernama “Little Boy” yang ditelurkan di atas langit Hiroshima oleh “Enola Gay” nama sebuah pesawat B-29 yang dipiloti oleh Paul Tibbets. Sebelumnya, puluhan ilmuwan bekerja keras agar bom ini dapat diciptakan secepatnya. Proyek rahasia ini bernama “Manhatan Project” yang di pimpin oleh Dr. Robert Openheimer. Dikemudian hari Poject Manhatan menjadi judul lagu Rush dalam albumnya Power Windows, 1985. Pada awalnya Amerika tidak hanya mengincar Jepang tapi Jerman sekaligus. Berharap setelah bom dijatuhkan mereka akan segera bertekuk lutut ketakutan. Sebuah pilihan praktis untuk merebut kemenangan. Beberapa ilmuwan besar menyumbangkan sumbangsihnya agar bom ini tercipta termasuk salah satu ilmuwan terbesar sepanjang sejarah, Albert Einstein. Paska bom meledak di hiroshima dan Nagasaki, Einstein menyatakan penyeselannya kepada dunia.

Little BoyJumlah korban mencapai ratusan ribu orang meninggal sesaat setelah bom dijatuhkan. Parahnya lagi ternyata korban yang paling banyak adalah para korban radiasi yang sempat bertahan untuk beberapa hari. Radiasi sungguh mengerikan, merupakan sebuah bahaya laten yang disebabkan oleh radiasi zat radioaktif, Uranium-235 yang bersinar amat-sangat terang dan merambat cepat, bercampur dengan udara yang terhisap oleh tubuh.

Beberapa buku pernah melukiskan dengan lengkap kesengsaran yang terjadi pada penduduk kota hiroshima. John Hersey, seorang jurnalis The New Yorker menulis tentang buku “Hiroshima, saat bom dijatuhkan”, buku ini di rilis setahun setelah tragedi ini tepatnya agustus 1946. Buku ini mendapat penghargaan sebagai naskah terbaik Jurnalisme Amerika abad ke-20 yang diberikan oleh sebuah panel wartawan dan akademisi Universitas Columbia. Buku inilah yang memotivasi saya untuk menulis artikel ini. Buku ini telah menyadarkan kita tentang arti pentingnya kemanusiaan dan rasa empati sesama manusia, tanpa peduli apapun ras kita.

Hiroshima Peace Memorial, satu-satunya gedung yang bertahan paska ledakan Bom Atom

Kalau kita pernah mendengar pembagian jaman menurut kemampuan manusia dalam mengolah alat kerjanya seperti Stone Age, Bronze age, Iron Age, maka paska bom Hiroshima manusia memasuki era baru, sebuah era teknologi nuklir yang kita sebut dengan Nuclear Age. Parahnya, melihat kemampuan bom Atom yang sedemikian dasyat, Uni Soviet-pun tertantang untuk mengembangkan Bom Nuklir. Dunia sempat diambang perang Nuklir, sebuah kiamat yang diciptakan oleh umat manusia sendiri. Bahkan situasi dunia sekarang mulai kembali memanas yang dipicu oleh beberapa negara Asia yang memulai uji coba Nuklir mereka.

Kejelian para Founding Father kita dalam menyimak situasi global terbukti ampuh dalam menentukan proklamasi kemerdekaan Indonesia. Tragedi Hiroshima dan Nagasaki yang akhirnya memaksa Jepang bertekuk lutut menjadi sinyal strategis untuk kemerdekaan bangsa ini. Walaupun akhirnya sekian puluh pertempuran harus dilakukan demi mempertahankan kemerdekaan.

Nuklir dewasa ini memnjadi harapan ditengah krisis energi yang melanda dunia, tidak terkecuali bagi Indonesia. Cukup bijaksanakah manusia untuk memposisikan kemajuan ilmu pengetahuan ini untuk tetap menyokong peradaban manusia atau malah menjadikan teknologi ini untuk memberangus peradaban manusia itu sendiri yang telah melahirkannya. Semua jawaban ada ditangan manusia, keputusan kita sendirilah yang akan menghancurkan atau menyelamatkan bumi kita. Demi kemanusiaan.

Sejarah


 


8 Responses to “Hiroshima”

  1. npoet.ru Says:

    Great article . Will definitely apply it to my website

  2. DV Says:

    Artikelnya menarik!
    Hiroshima (dan Nagasaki) adalah contoh yang terlalu mahal menurutku!
    Membawa banyak sekali perubahan ke cara pandang dunia terhadap nuklir dan terutama banyak membawa perubahan bagi rakyat Jepang.

  3. vizon Says:

    ilmu pengetahuan bila tidak ditopang dengan moral agama yang kuat, maka ia akan menjadi ancaman bagi kehidupan umat manusia. untuk itu, agama dan sains musti disandingkan dengan harmonis…

    artikel yang menarik mas ilham… :D

  4. Soni Satiawan Says:

    Artikel yang menarik mas, apalagi video-nya..

    Setuju dengan Uda Vizon, Ilmu tanpa agama itu hampa, sedangkan agama tanpa ilmu itu Buta.. Semoga perdamaian dunia yang tercantum Pembukaan UUD 1945 yang telah dirumuskan oleh Founding Father Negara Indonesia dapat tercipta..

    Kagum dan salut kepada Founding Father Indonesiaku, berikiran jauh kedepan..

  5. agn Says:

    Ehm… sebenarnya memang energi nuklir adalah masa depan energi. Tapi ya itu bahaya yang ditimbulkan juga sangat besar. Untuk Indonesia ini menurut saya nuklir bukan jawaban karena negara kita rentan akan aktivitas tektonik yang bisa merusak dengan skala besar, apalagi di Sumatra, Bali, dan Jawa, mungkin Kalimantan paling aman ya. Semoga apa yg tengah dirintis saat ini = energi panas bumi, bs membantu Indonesia keluar dr krisis energi di masa depan, mengingat potensi kita #1 di dunia dan energinya bersih juga terbaharukan. Bwahaha panjang banget ya!

  6. hamlennon Says:

    To vizon N Sony : Saya sepakat klo agama juga penting, tapi juga tidak lupa mementingkan masalah kemanusiaan. Kadang-kadang agama bisa menjadi dalih pembantaian di pelbagai belahan dunia. Jangan sampai agama kita kehilangan nuraninya, makasih uda vizon dan uda Sony.

    To Agn : Eh bung, kayaknya situ ahli geologi ya? keliatannya di blognya kayak gitu sih, hehehe. Dulu pernah kepikiran masalah sesar juga sih tapi kenapa jepang yang beresiko gempa tinggi dengan sesar yang banyak mampu membangun instalasi nuklir? Apa mungkin mereka “kebetulan” bisa memilih daerah tanpa sesar?

  7. ChrieztYoung.. Says:

    Keren mass, tapi kadang yg ayu dapat ‘aqu ya aq, qm ya qm’ mati rasa lah.. Sudah jelas banyak bget korban dr hiroshima, masih aja kan mau ngulang.. Jd seringny ayu manut aja, yg penting itu gak ngerugiin ayu.. Coz, terkadang ayu rasa percuma, hebat qt berkoar blum tentu d dengar.. Dengan pemikiran setiap orang yg berbeda, bisa dibilang.. Jangan harap ada kemajuan..

  8. Molly L. Lowery Says:

    Padahal, hasil penelusuran penulis buku ini, Al-Qur’an tidak pernah menyebut bahwa Adam sebagai manusia pertama dan Hawa manusia kedua yang diciptakan setelah Adam. Banyak ayat dalam Al-Qur’an jutsru memberi indikasi kuat bahwa Adam dan Hawa adalah salah satu dari sekian banyak species manusia yang telah ada pada waktu itu. Misalnya dalam QS. Al-A’Raaf (7) ayat 10-11. begitu pula dalam QS. Ali Imran (3) ayat 33 dan masih banyak lagi dalam beberapa ayat-ayat lainnya.

Leave a Reply