Author: hamlennon

Nusantara (Vlekke)

Wednesday, June 25th, 2008 @ 8:00 PM

Nusantara, Sejarah IndonesiaSejarah bukan semata-mata himpunan dari peristiwa yang terjadi di masa lalu, melainkan bagaimana kita mampu –dalam istilah Nietzche- “menyeret masa lampau ke pengadilan, memeriksanya dengan seksama dan akhirnya menghukumnya”. Ukuran untuk menilai sejarah tak ada lain kecuali kebenaran dan keadilan. Begitulah mengapa kita tidak boleh melupakan sejarah karena dengan melupakannya berarti kita sudah melupakan jati diri kita bagaikan seseorang yang mengalami “amnesia” yang bagi saya merupakan salah satu penyakit yang paling mengerikan di dunia. Bayangkan bung, kamu tidak tahu siapa nama kamu dan dari mana kamu berasal!

Buku berjudul “Nusantara” ini ditulis oleh Bernard H.M. Vlekke yang diterjemahkan sesuai versi aslinya yang di cetak pada tahun 1961. Setebal 528 halaman yang mengisahkan secara rigit tentang sejarah perkembangan masyarakat Indonesia mulai dari kedatangan para emigran dari dataran Cina pada sekitar 300 SM sampai akhirnya pada tahun 1942 dimana akhirnya Belanda hengkang dari Ibu Pertiwi. Buku ini sungguh ringan karena dikemas dengan bahasa yang gampang untuk dimengerti dan dengan alur yang tersistematis dengan baik. Kalau biasanya yang kita dengar sejak SD sampai SMA dimana jaman kerajaan masih bercokol di Indonesia tentunya kita akan disuguhi dengan bukti-bukti berupa prasasti, tetapi disini Vledke juga menelusuri sejarah jaman kerajaan ini dengan catatan-catatan dagang Cina yang tentunya juga mempunyai tingkat validasi yang cukup tinggi.

Kapal Dagang VOCIndonesia mulai menjadi dikenal oleh eropa karena sumber daya alamnya yang luar biasa yaitu rempah-rempah sejenis cengkeh dan pala yang menjadi produk primadona di Eropa. Selanjutnya para pedagang Eropa tidak cukup puas hanya dengan membeli produk dengan jumlah sedikit karena keuntungan harus ditingkatkan sesuai dengan prinsip-prinsio ekonomi. Segala cara dilakukan sampai akhirnya diperlukan kekuatan bersenjata untuk menguasai daerah tersebut secara mutlak. Penjajahanpun dimulai dengan tangis dan darah dari para penduduk Nusantara. Silih berganti para penjajah Eropa berkuasa di Indonesia sampai akhirnya mereka harus tunduk pada kekuatan besar Asia, Jepang.

Buku ini lebih menggariskan titik penting pada perkembangan agama yang ada di Indonesia karena pada Kata pengantarnya dimulai dengan “mencari” akar kekerasan agama yang selama ini menjadi masalah yang sangat serius. Terkadang saya berpikir, mengapa buku yang mengisahkan tentang perkembangan sosial masyarakat Nusantara selama belasan abad ini ditarik ke arah Agama? Atau ini hanya sebuah kebetulan saja yang ditulis oleh sang penulis kata pengantar, Luthfi Assyaukanie, karena memiliki background agama yang cukup kuat. Apapun itu sebenarnya sejarah bisa digunakan untuk membaca kembali beberapa fenomena kontemporer dengan fakta-fakta di masa lampau dan sudah tugas kita untuk menyelesaikan persoalan-persoalan itu dengan arif dan bijaksana.

Babad Tanah JawiBuku ini juga sudah menjembatani saya yang selama ini bingung untuk memiliki ketertarikan dalam mempelajari budaya. Selama ini saya merasa bahwa kita harus bisa memahami budaya masyarakat agar kita dapat lebih mengenal karakter dari masing-masing suku dengan beragam budayanya tersendiri. Tetapi baru belakangan ini saja setelah membaca buku ini baru saya mulai mengerti bahwa sedikit banyak, budaya sangat berhubungan dengan sejarah suatu bangsa. Walaupun memang sejarah Indonesia sangat Javacentris tetapi kita juga tetap memerlukan beberapa sejarah dari pulau lainnya, terutama pulau Kalimantan, tanah kelahiranku. Sedihnya buku ini sedikit sekali membahas sejarah pulau Kalimantan. Kalaupun ada, tidak ada yang menyentuh provinsi Kalimantan Tengah, Bumi Tambun Bungai. Daerah Kalimantan yang dibahas adalah seputar kerajaan Kutai, Sambas dan Banjarmasin.

VOC VergadeeringAlangkah beruntungnya daerah Sumatra dan Jawa karena beberapa penulis di masa lampau sempat untuk menuliskan secara jelas sejarah pulau tersebut. History of Java yang ditulis oleh Sir Thomas Stanford Raffles, mantan Gubernur Jendral di Indonesia dan History of Sumatra yang bahkan ditulis sebelum buku Raffles. Menurut saya Vlekke agak sedikit sinis terhadap Raffles, beberapa tulisannya sempat memojokan kepemimpin Raffles yang seorang Inggris. Vlekke berkebangsaan Belanda, mungkin itu yang menyebabkan dia menulis seperti itu walaupun berulang-ulang kali dia menulis bahwa dia akan selalu mempertahankan etika sejarawan yang tidak memihak. Raffles dalam bukunya juga berulang kali memojokan Belanda atas pemerintahannya di Nusantara yang dia rasa kelewat kejam.

VOC Coat Of ArmsDemikianlah buku ini memiliki beberapa aspek penting yang membuat saya terinspirasi untuk membuat beberapa tulisan lagi seperti “Sejarah Cengkeh di Indonesia”, “Hutang yang meluluh lantakan kerajaan Ternate” dan “Babad Tanah Jawi”. Tentunya saya harapkan buku ini juga dapat menjadi refrensi bagi kawan-kawan pergerakan yang selama ini selalu haus akan informasi tentang masa lalu.

Uncategorized


 


2 Responses to “Nusantara (Vlekke)”

  1. Irwan Bajang Says:

    ulasan yang menarik bung..mana lagi konten yang lain..saya pasti baca bro! :D

  2. renggo darsono Says:

    rajin resensi ya bung…biar rame blognya….wajahnya uda amat menarik…

Leave a Reply